Senin, 29 April 2019

Depresi


Depresi

1.Pengertian Depresi

       Depresi merupakan gangguan suasana hati ditandai dengan kehilangan minat atau tidak percaya diri dalam menjalani aktifitas sehari hari yang disertai perasaan sedih, putus asa, menyalahkan diri sendiri, menyendiri, dan memandang rendah diri sendiri, serta melihat lingkungan secara negatif.

2.Faktor Yang Mempengaruhi Depresi

Faktor penyebab timbulnya depresi yaitu:
A.Faktor Fisik
1.Faktor Genetik

       Seseorang yang dalam keluarganya diketahui menderita depresi berat memiliki risiko lebih besar menderita gangguan depresi dari pada masyarakat pada umumnya.

Bukti Adanya Allah


Bukti adanya Allah

Banyak pakar yang memperdebatkan masalah ini, banyak bahkan yang mengkaji ulang perihal masalah yang satu ini,ilmu sekarang betul-betul telah berkembang dan digunakan untuk menafsir,memperkirakan bahkan memberi kejelasan tentang bukti adanya allah,namun ketahuilah wahai sahabat ku sekalian semuanya itu bersumber dari dia maha pencipta,kau kuat karena dia yang maha kuat,kau hidup karena dia yang maha hidup,bahkan kau cerdas dan intelek semuanya tiada lain bersumber darinya.nah oleh karena itu mari sejenak berfikir dan merenung untuk mengingatnya,selanjutnya saya akan memberi sedikit ilmu untuk tambahan ilmu pikir dan pengamalannya.

Adanya Allah swt adalah sesuatu yang bersifat aksiomatik (sesuatu yang kebenarannya telah diakui, tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele). Namun, di sini akan dikemukakan dalil-dalil yang menyatakan wujud (adanya) Allah swt, untuk memberikan pengertian secara rasional. Mengimani Wujud Allah Subhanahu wa Ta’ala Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah, akal, syara’, dan indera.

Makalah Filsafat - Imam Ghazali

Filsafat Imam Ghazali


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembahasan tentang arti kebenaran menjelaskan sesungguhnya apa yang  disebut kebenaran serta syarat-syarat apa yang menyebabkan sesuatu pengetahuan dapat dikatakan benar.
Kata kebenaran sebagai suatu kata benda yang kongkret maupun abstrak.  Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya adalah proposisi yang benar. Proposisi maksudnya adalah makna yang dikandung dalam suatu pernyataan atau statement. Apabila subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang di uji itu pasti memiliki kualitas, sifat dan karakteristik, hubungan, dan nilai, hal yang demikian itu karena kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas, sifat, hubungan, dan nilai itu sendiri. Dengan adanya berbagai macam kategori sebagaimana tersebut di atas, maka tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memiliki pengetahuan akan memiliki persepsi dan pengertian yang sangat berbeda satu dengan lainnya.
Kebenaran berkaitan dengan kualitas pengetahuan. Artinya, setiap pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang mengetahui sesuatu objek dilihat dari jenis pengetahuan yang dibangun. Adapun pengetahuan itu berupa berikut ini. Pengetahuan biasa disebut juga knowledge of the man in the street atau ordinary knowledge atau common sense knowledge. Pengetahuan seperti ini memiliki arti kebenaran yang sifatnya subjektif. Artinya, sangat terikat pada subjek yang mengenal. Dengan demikian, pengetahuan tahap pertama ini memiliki sifat selalu benar sejauh sarana untuk memperoleh pengetahuan bersifat normal atau tidak ada penyimpangan.

Makalah Bahasa Arab - Maf'ul Bih

Makalah Maf'ul Bih


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan untuk mempelajari atau mengetahui Al Qur’an dan Hadits.dalam bahasa arab terdapat kaidah-kaidah tersendiri yang digunakan untuk penulisan dan pelafalannya. Dan dalam bahasa arab tidak akan pernah lepas dari duaa disiplin ilmu yaitu nahwu dan shorof. Karena keduanya saling berkaitan dan melengkapi dalam bahasa arab.
Nahwu adalah ilmu yang mempelajari kaidah untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Di dalam nahwu terdapat bab tentang isim-isim yang dibaca nashob, salah satunya adalah maf’ul bih yang akan dibahas dalam makalah ini.

Makalah Psikologi Umum - Sex dan Gender

Makalah Seks dan Gender


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Para filsuf dan orang bijak masa lalu telah memperkenalkan ungkapan “kenalilah dirimu melalui dirimu” atau “siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenali dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya” sebaliknya siapa yang tidak mengenal dirinya, bahkan melupakan dirinya, maka dia akan binasa.
Laki-laki dan perempuan keduanya adalah manusia yang sama dan berhak memperoleh penghormatan sebagai manusia. Tetapi akibat adanaya perbedaan, maka persamaan dalam bidang tertentu tidak menjadikan keduanya sepenuhnya sama. Namun ketidaksamaan ini tidak mengurangi kedudukan satu pihak dan melebihkan yang lain. Harus diakui bahwa selama ini ada kepincangan dalam kenyataan di masyarakat. Laki-laki seringkali memperoleh kesempatan dalam segala hal dibanding dengan perempuan. Melihat permasalahan tersebut kita harus memahami perbedaan dasar antara perempuan dan laki-laki. maka untuk mempermudah memahami perbedaan laki-laki dan perempuan harus memahami perbedaan secara seks dan gender antara laki-laki dan perempuan dengan gamblang untuk mengurai ketidaksetaraan antara keduanya.